SELAMAT BERKUNJUNG, DISTRIBUTOR RESMI MILAGROS SUMARDI/NENGSI. SMS/WA 085609827560 / 08127907709, Terimah Kasih

Sabtu, 05 Juni 2010

Paku Dan Kemarahan

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah…

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah… Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hidup Adalah Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadis itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu, ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Putus

disini aku duduk menunggu
getir lidah ku mengucap nama mu
hanya dalam mimpi ku
hanya dalam angan ku

ribuan janji yang telah kau beri
namun tak pernah kau tepati
selalu kau ingkari
janji yang telah kau beri

ku rasa tlah berakhir
tiada yang diharap dan berharap
tlah ku binasakan dihati ini
penantian ku tlah ku bakar dibalik senyum akhir ku

selamat tinggal nanti ku
usah kau cari dan tatap kekesalan ini
wadah ku sudah tak pantas menerima mu
berakhir tiada tanya dan pergi tanpa tragis

Kenyata"an Prasa"an

Apakah dia…
apakah dia adalah keidahan maya yang membuat sang nyata terpesona?
ataukah hanya kerlip semu yang melenyapkan haru..
seusai kuabadikan hati untuk membuatnya tetap bermimpi…
aku bertanya…
layakkah??
sementara dia b"kan milikku
atau akankah hanya menjadi retak hati yang mengekang masaku…
keindahan yang mengelilingi jiwa…
dan rasa sakit yang bercermin kala…
kenapa aku rela bertaruh…
pada kisah yang tidak bisa aku akhiri…
hanya pada sang mata tempatku bertanya…
hanya pada sang hati tempatku berjanji…
aku kan menjaganya, di saat indahnya
atau saat setan membuatnya meneteskan air mata…
aku sayang kamu
aku sayang kamu…
meski kau b"kan milikku

Keagungan Tuhan

Merah merona bola api di ats cakrwala

Tnda terbit'y sng srya di ufuk pgi

Suara brng brnyanyi riang brgerak kian kmari

Mnggugurkan sjuta embun dri kerindngan daun

Smua itu bukti Agung'y ciptaan Tuhan


Sbgai mnusia hndaklah brsyukur

Ktm lg akn hri

Stlah ssaat mngunci rasa

Mlupkn smua prblema

Kni ditntang prjalanan hidup

Mmbktiknkn smua impian n hrpan

Kalau Qt sdar, nyata ataupun tida

Itlah garis tkdir Tuhan

Smua'y ini prjalnan wktu

Mnusia hnya brcita

Nmun bgitu, ykinkn diri ini

Hdup ini jngn disia-siakan

Puncak Rindu

Rindu diruang tunggu masih saja menggeluti sepi malam ini,
Berteman dengan nada yang aku pantulkan dalam bisik keterpakuan hati agar melekat tiada terlepas.

Gadis Daun Biru

aura bersayap gadis gaun biru
melantunkan biola bermata dua
sayatan pegas jemari melambai
tuang kan hati penghayatan nada

dibalik latar hitam suara berdetak
notnot menarinari membawa hati
diantara gelap bias cahaya membiru
bagai malaikat cabut roh keangkuhan


mawar biru terselip disela rambu
sebagai penghias nuansa gaun
biola biru resapi latar tangga nada
santun latar nada memangil jiwa

gadis gaun biru terseyum malu
menatap gelap bias cahaya bersayap
terlantun bait akhir suara bertahta
sorak pun tiba legahkan dada

Kisah Cangkir Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Sahabat facebookers......, dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.

“Sahabat, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.

Pemberian Terbaik kepada Raja

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku…"

Namun, pemimpin pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini…."

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya…."

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

***
Sahabat facebookers, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.

Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya.

Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya

Kangen

dua pulau terpisah
hanya kata dan suara
pijakan manis tersimpul jambu
saat ricuh sebuah kaji diri menjadi satu

semakin aku menyelam
beku ini semakin mengeras
saat gesekan batu menata debu
menjadi bias rindu tuk pahami arti beku itu

dua asa silam buang
membangun butiran mutiara
demi akhir sebuah pengharapan
menjadi padu sebongkah batu utuh

: tersenyum rindu

bisikan hati tiada tanya
hanya percaya diatas teguh
menompang teduh atap menyatu
tiada gersang dibalik empedu menjadi madu

dibalik senyum rindu
ingin bertemu diwaktu jatuh
semoga padu menjadi utuh titik akhir
walau terjal dua asa tersenyum bincang lugu
membuka hati kisah merajut lembar lalu tertutup

Mimpi Kehidupan

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan............

Ukiran Maha Cinta "Rahasia"

dibawah senandung sepi
cinta itu ada saat ada
walau tiada tampak ada
walau ada tampak tiada

barisan pikir menatap tertatap
saat fajar mendiankan pijarnya
terhantar hangat merasuk jiwa
lepas sepi menyatu alam sejuk

aku bebas
dia bebas

dibalik bebas terbatas

: ukiran Maha cinta

diatas langit genderang kata
guncang dunia terpatah nyawa
demi padat tiada sesak
terlepas
hisak

: rahasia

usah pikir uji itu
tampak tegur agar terteguk
diatas tegak bukan membelok

Ketertarikan Cinta

Jgn tertarik pd se"orang krna paras'y,,sbab keelokan paras dpt mnyesatkan......
Jgn pula tertarik pd kekayaan'y krna kekayaan dpt musnah.
Trtariklah pd se"orang yg dpt membuatmu tersenyum,
krena hnya senyum yg dpat membuat hari-hari yg gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu....

Falsafah Hidup

Hidup adlh kgelapn jk tnpa hasrat n keinginan. n smua hasrat -keinginn adlh buta, jk ta disertai pngetahuan . n pngetahuan adlh hmpa jk ta diikuti pelajaran. n stiap plajaran akn sia-sia jk ta disertai cinta..........

Dunia Tak Seindah Rupanya

Apakah Dunia tak seindah rupanya
Menipu dan memperdaya selama hidupnya?
Dunia ini telah menenggelamkan manusia, begitu kejamkah dunia ?
Sesungguhnya dunia dicipta untuk melayani dan dilayani, akan tetapi manusia sendiri yang tak tau diri,Egois bahwa manusia paling sempurna.

Bencana alam terjadi bukan karena usia dunia yang sudah tua
Tetapi manusia yang berbuat semena - mena terhadapnya
hanya ingin dilayani tetapi tidak ingin melayani
bencana tercipta karena manusia lupa hingga Yang Maha Murka

Cerita Hidup

Jgn tertarik pd se"orang krna paras'y,,sbab keelokan paras dpt mnyesatkan......Jgn pula tertarik pd kekayaan'y krna kekayaan dpt musnah. Trtariklah pd se"orang yg dpt membuatmu tersenyum, krena hnya senyum yg dpat membuat hari-hari yg gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu....

Diambang Senja

langit tampak membiru
awan hitam putih mulai menyatu
saat jingga menghampiri jambu
udara ikut sayup diantara panggilan

gelap syahdu meredup
lampulampu mulai tampak hidup
sejuk santun akan sujud
memanjat agar tak terperanjat

dunia tampak panas menyambut mendung
perubahan alam membawa tantangan
membuktikan insan redup
terpuruk bungkuk
lupa petunjuk